TRENDING NOW

Soekarwo dikenal Pakde Karwo Gubernur Surabaya Jawa Timur Politisi Partai Demokrat
Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku lebih memilih berkumpul bersama keluarga dari pada maju pada bursa calon wakil presiden RI pada Pemilihan Presiden 2019. Nama Pakde Karwo, sapaan akrabnya, akhir-akhir ini menjadi pembicaraan sebagai salah seorang yang dinilai tepat untuk mendampingi Joko Widodo di bursa Pilpres tahun depan.

"Saya dan istri terlalu lama tidak bertemu anak-anak dan keluarga sehingga setelah jabatan berakhir maka akan bersama-sama mereka," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat (30/3).

Terlebih pada Februari 2019, suami Nina Kirana itu "pensiun" dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah 10 tahun atau dua periode memimpin. "Sudah tidak dan saya tidak basa-basi. Membantu Pemerintahan tidak harus seperti yang anda usulkan (cawapres). Sebab banyak cara untuk membantu dan menyumbang pemikiran untuk bangsa ini," ucapnya.

Pria yang juga Ketua DPD Demokrat Jatim tersebut memisalkan jabatan sebagai seorang pemimpin redaksi media massa yang sangat mampu membantu memberikan sumbangan solusi dan pemikirannya. Selain itu, bapak tiga anak tersebut juga mengaku bisa membantu pemikiran tidak harus di Jakarta, tapi dari mana saja, khususnya di Jatim.

"Seperti beberapa waktu lalu, saya dipanggil untuk membantu Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta selama dua hari untuk menemukan solusi kekurangan beras," kata politikus yang karirnya besar di birokrasi tersebut. (Republika)
Soekarwo dikenal Pakde Karwo Gubernur Surabaya Jawa Timur Politisi Partai Demokrat
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menganugerahkan Prapanca Agung kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo
Surabaya - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menganugerahkan Prapanca Agung kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam rangka Hari Pers Nasional 2018.

"Anugerah ini sangat layak untuk Pakde Karwo. Berkat kinerjanya selama memimpin, Jatim menjadi provinsi yang sangat maju dan luar biasa," ujar Ketua PWI Jatim Akhmad Munir di sela puncak resepsi HPN Tingkat Jatim dan HUT ke-72 PWI Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (29/3/2018) malam.

Menurut dia, Anugerah Prapanca Agung tidak sembarang orang bisa menerimanya. Ini karena hanya akan diberikan kepada tokoh-tokoh nasional yang benar-benar berprestasi luar biasa dan memiliki kategori sebagai putra terbaik bangsa.

"Pakde Karwo pantas menerimanya karena prestasi dan tidak ada yang meragukan integritasnya sebagai putra terbaik bangsa," katanya.

Pada kesempatan sama, juga diberikan penghargaan kepada Ketua KPU RI Arief Budiman sebagai tokoh nasional bidang politik dan pemerintahan.

Untuk tokoh nasional bidang bisnis, penghargaan diberikan kepada Managing Director Mataram Paint Freddy Pangkey dan praktisi pers nasional Parni Hadi.

Sedangkan, untuk tokoh daerah bidang pemerintahan penghargaan diberikan kepada Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, tokoh daerah bidang seni dan budaya kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni serta tokoh daerah bidang pengembangan UMKM dan Koperasi kepada Sri Untari Bisowarno.

Kemudian, tokoh daerah bidang pengembangan usaha penghargaan diberikan kepada Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi, tokoh daerah bidang seni dan budaya kepada seniman Surabaya, Meimura.

Tak itu saja, penghargaan praktisi pers daerah diberikan kepada Yousri Nur Raja Agam serta kategori 'Lifetime Achievement' kepada Sam Abede Pareno.

Penghargaan 'Special Award' diberikan kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin serta Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Di puncak acara juga diserahkan Anugerah Piala Prapanca 2018 karya jurnalistik tulis, foto, televisi dan radio, yakni Agnes Swetta Pandia dari Harian Kompas (kategori tulis), Akhmad Khusaini dari Jawa Pos (kategori foto), Net TV (kategori televisi) dan Yunita Habsari dari Radio Mayangkara Blitar (kategori radio).

Di sisi lain, Ketua Panitia HPN 2018 PWI Jatim Syaiful Anam menyampakan pihaknya menggelar berbagai kegiatan, di antaranya Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Piala Prapanca, Donor Darah, Bakti Sosial di Blitar, PWI Idol, Diskusi Publik, UKW, Talkshow Gebyar HPN 2018, Penghargaan Tokoh Olahraga oleh SIWO hingga Family Gathering. (beritajatim.com)
Soekarwo dikenal Pakde Karwo Gubernur Surabaya Jawa Timur Politisi Partai Demokrat
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (ANTARA/Aprillio Akbar)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku lebih memilih berkumpul bersama keluarga dari pada maju mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada pilpres 2019 mendatang.

"Saya dan istri terlalu lama tidak bertemu anak-anak dan keluarga sehingga setelah jabatan berakhir maka akan bersama-sama mereka," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat.

Soekarwo, yang akrab disapa Pakde Karwo, akhir-akhir ini menjadi pembicaraan sebagai salah seorang yang dinilai tepat untuk mendampingi Joko Widodo di bursa Pilpres tahun depan.

Terlebih pada Februari 2019, suami Nina Kirana itu "pensiun" dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur setelah 10 tahun atau dua periode memimpin.

"Sudah tidak dan saya tidak basa-basi. Membantu pemerintahan tidak harus seperti yang anda usulkan (cawapres). Sebab banyak cara untuk membantu dan menyumbang pemikiran untuk bangsa ini," ucapnya.

Pria yang juga Ketua DPD Demokrat Jatim tersebut memisalkan jabatan sebagai seorang pemimpin redaksi media massa yang sangat mampu membantu memberikan sumbangan solusi dan pemikirannya.

Selain itu, bapak tiga anak tersebut juga mengaku bisa membantu pemikiran tidak harus di Jakarta, tapi dari mana saja, khususnya di Jatim.

"Seperti beberapa waktu lalu, saya dipanggil untuk membantu Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta selama dua hari untuk menemukan solusi kekurangan beras," kata politikus yang karirnya besar di birokrasi tersebut.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) menilai Pakde Karwo lebih layak menjadi calon Wakil Presiden RI, bukan sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Kalau melihat kapasitas dan kapabilitasnya, Soekarwo sangat layak masuk bursa calon wapres, bukan Mendagri," ujar Koordinator FK3JT KH Fahrurrozi. (ANTARA News)

Soekarwo dikenal Pakde Karwo Gubernur Surabaya Jawa Timur Politisi Partai Demokrat
Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51.95 Km

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51.95 Km. Peresmian dilangsungkan di depan gerbang tol (GT) Madiun Desa Bagi, Kec Sawahan, Kab. Madiun, Kamis (29/3) siang.

Selain Pakde Karwo - sapaan akrab Gubernur Jatim, Presiden Jokowi juga didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Bupati Madiun Muhtarom, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana serta Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya Iwan Moedyarno.

Menandai diresmikannya pengoperasionalan jalan tol tersebut, Presiden Jokowi menempelkan Kartu Tol elektronik (E-Tol) disaksikan Pakde Karwo,, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Peresmian operasional jalan bebas hambatan (Tol) Seksi Ngawi - Wilangan tersebut akan semakin merealisasikan rencana pembangunan tol Trans Jawa. Pembangunan jalan Tol Ngawi - Kertosono seksi Ngawi - Wilangan tersebut terbagi dalam tiga seksi.

Seksi I  meliputi Klitik/batas Proyek - Simpang Susun  (SS) Madiun sepanjang 20 km. Lalu seksi II terdiri dari SS Madiun - SS Caruban sepanjang 8.45 km dan seksi III terdiri dari SS Caruban - Nganjuk (Wilangan) sepanjang 19.5 km dengan total panjang 47,95 Km. Ditambah 4 km,  SS Ngawi - Klitik yang merupakan bagian dari ruas tol Solo-Ngawi. Sehingga luas peresmian tol Ngawi-Wilangan sepanjang 51,95 Km. 

Dihadapan Presiden Jokowi, Pakde Karwo mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas beroperasinya tol Ngawi-Wilangan. Kehadiran tol ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat Jatim, terutama di Madiun. Tol ini juga akan mengefisienkan barang dan jasa yang masuk maupun keluar Jatim.

"Saya senang atas terselesaikannya pembangunan jalan tol ini. Saya tidak menyangka Madiun punya tol. Ini akan mempercepat dan memperlancar arus barang dan jasa," tegasnya.

Pakde Karwo menjelaskan, bahwa saat ini progres pembangunan infrastruktur jalan tol di Jatim mencapai 85 persen. Seluruh akses tol di Jatim telah terintegrasi dan terkonekting dengan kawasan industri sehingga berdampak terhadap turunnya biaya barang dan jasa.

Menurut Pakde Karwo, infrastruktur menjadi permasalahan serius dalam mengefisienkan distribusi arus barang dan jasa. Ia meyakini, pada 2019-2020 mendatang, Jatim akan menikmati konektivitas infrastruktur tersebut.

Pakde Karwo memastikan, pada tahun tersebut, Jatim akan mengalami pertumbuhan ekonomi maupun arus barang dan jasa secara cepat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5.6 hingga 5.8 persen. "Beroperasinya tol ini turut membantu terciptanya iklim investasi di Jatim baik itu PMA maupun PMDN," imbuhnya.


Pacu Infrastruktur Untuk Kejar Ketertinggalan

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya, kembali mengingatkan agar seluruh stakeholder bekerja keras memacu investasi di bidang infrastruktur. Usaha itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga, utamanya terkait dengan infrastruktur dan berbagai sektor lain. Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta agar pembangunan infrastruktur seperti jalan tol harus ditarget dan dikontrol seoptimal mungkin.

Presiden mengatakan, semua negara menginginkan agar semua pembangunan bisa dilakukan serba cepat dan online. Jika tidak mengejar ketertinggalan itu. Ketertinggalan bangsa Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara-negara tetangga.

"Ini yang ingin kita kejar, tidak hanya jalan juga airport, pembangkit listrik, pelabuhan, hingga ekspor kita kejar. Kita harus segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dengan negara di Asean," terangnya.

Presiden mencontohkan pada proses pembangunan infrstruktur bandara yang beberapa saat lalu sempat terlambat. Dampaknya, jumlah pertumbuhan penumpang banyak, tetapi tekendala dengan tidak terdukungnya jumlah runway yang ada. Kondisi tersebut mengakibatkan penumpukan penumpang sampai terjadi keterlambatan penerbangan .

"Saya ingin semuanya bisa bekerja dan fokus pada penyelesaian infrastruktur. Nantinya seluruh proyek infrastruktur harus bisa di cek, kontrol dan awasi. Jika semua sudah terintegrasi dan terkoneksi antara tol dengan pelabuhan, bandara dan kawasan industri, baru nrgara kita bisa mengejar ketertinggalan," pungkasnya. (beritajatim.com)
Soekarwo dikenal Pakde Karwo Gubernur Surabaya Jawa Timur Politisi Partai Demokrat
Soekarwo.

Surabaya - Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) menilai Gubernur Jatim Soekarwo lebih layak menjadi calon Wakil Presiden RI, bukan sebagai Menteri Dalam Negeri.

"Kalau melihat kapasitas dan kapabilitasnya, Soekarwo sangat layak masuk bursa calon Wapres, bukan Mendagri," ujar Koordinator FK3JT KH Fahrurrozi kepada wartawan di Surabaya, Senin (26/3/2018).

Gus Fahrur, sapaan akrabnya, menyoroti rancangan kabinet Joko Widodo periode 2019-2024 yang diumumkan DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menempatkan Gubernur Jatim Soekarwo sebagai calon Mendagri bersama Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar serta mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Menurut dia, Soekarwo terlalu kecil jabatannya jika hanya sebagai menteri, sebab berdasarkan peran dan hasil memimpin Jawa Timur selama ini dinilai sebagai prestasi yang membanggakan.

"Tak terhitung berapa penghargaan untuk Pemprov Jatim, termasuk penghargaan pribadi. Saat memimpin juga berhasil membawa provinsi ini menjadi besar, bahkan bisa menurunkan angka kemiskinan," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan Kiai Kampung se-Indonesia dan menggalang kekuatan untuk mengusulkan nama Soekarwo sebagai pendamping Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019.

"Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo), harus menjadi pendamping Pak Jokowi di Pilpres. Ini harapan dan usulan kami yang tidak lama lagi akan membahasnya secara serius," ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Canga'an Bangil itu juga berharap Joko Widodo mampu memimpin negara ini untuk periode kedua dan diusung sejumlah partai politik sehingga mampu menyelesaikan program-program yang belum tuntas dikerjakan lima tahun terakhir.

"Karena itulah kami ingin Pakde Karwo nantinya yang membantu Pak Jokowi menyelesaikan program-program kerakyatan untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera," katanya. (Warta Ekonomi)