Surabaya Sebanyak 40-45 hektar lahan di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur ditargetkan terjual tahun 2018

Surabaya - Sebanyak 40-45 hektar lahan di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur ditargetkan terjual tahun 2018.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo saat acara peresmian kawasan industri terintegrasi JIIPE di Gresik, Jumat (9/3/2018).

"Sejauh ini, hampir 1800 hektar sudah dibebaskan. Serta sekitar 800 hektar tahap I siap dipasarkan," ucapnya.

Adanya Kawasan Industri Terintegrasi JIIPE, PT AKR Corporindo Tbk Sampaikan Tiga Poin Tujuan Utama

Lanjut Haryanto, saat ini juga sudah ada 9 tenant di kawasan industri terintegrasi JIIPE.

Di mana 2 tenant sudah beroperasi, 4 tenant dalam tahap pembangunan, serta 3 tenant dalam tahap persiapan pembangunan.

"Terkait investasi di JIIPE, kami akan terus tingkatkan sesuai kebutuhan tenan dan industri di sekitar Gresik maupun Surabaya," ucapnya.

Rencana mendatang, tambahnya, juga akan ada dermaga kedua yang memiliki panjang 500 meter dan lahan pelabuhan seluas 69 hektar.

"Panjang sandaran kapal 250 meter itu kami naikkan 2 kali lipat, sehingga total panjangnya menjadi 500 meter. Jadi, 500 bagian depan dan 500 bagian belakang dan dalam 18 bulan ke depan akan direalisasikan. Serta, bulan Mei ini akan dibangun pemancangan," jelasnya.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan investasi, pihaknya juga akan memperluas lahan lagi dan saat ini sudah mengantongi izin, hanya tinggal proses pelaksanaan.

"Dana sebesar Rp 1,3 triliun diluncurkan untuk pelabuhan BMS dan Rp 5 triliun ultimate development. Supaya lebih andal lagi kawasan JIIPE ini," ungkap Haryanto.

Kawasan industri terintegrasi JIIPE dikembangkan bersama PT Berkah Manyar Sejahtera (BKMS), yang bertanggung jawab untuk pengembangan area industri.

Lalu, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang bertanggung jawab untuk manajemen pelabuhan dan PT AKR Land Development sebagai pengembangan kawasan residensial Grand Es Marina Citu (GEM City).

Baik BKMS maupu BMS merupakan perusahaan joint venture PT AKR Corporindo Tbk melalui anak perusahaan PT Usaha Era Pratama Nusantara dan PT Pelabuhan Indonesia III melalui PT Berlian Jasa Terminal Indonesia dengan porsi saham yang berbeda.

"Porsi kepemilikan BKMS sebesar 60 persen milik PT AKR Corporindo Tbk dan 40 persennya milik Pelindo III. Lalu untuk BMS, 40 persen milik PT AKR Corporindo Tbk dan 60 persen milik Pelindo. Joint venture kedua perusahaan ini ditandatangani bulan Mei 2012. Serta, dalam 3,5 tahun sudah terwujud dan mulai beroperasi," tutupnya. (Tribunjatim)

Post A Comment: